Tampilkan postingan dengan label ontology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ontology. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 April 2021

Slave Dinamica


(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” (QS: Al Anbiyaa’ ayat 52)

Mereka menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya.” (QS: Al Anbiyaa’ ayat 53)

Bagaimana segala sesuatu bermula, darimana kita memulai, dan bagaimana hal tersebut berulang-ulang, seuntai kata ibarat cermin yang menandai paras. begitupun sebaik atau seenggan apa paras mencoba untuk bersolek. Seuntai kata itulah yang keluar, membuat makna, dimaknai, membuat perbedaan, mengundang simpati, dapat diterima, dan mengguncang keseluruhan situasi. Menyebar bak panen raya, ditanam, disemai, dituai dan kemudian berdilema, ketika paras enggan untuk bersolek. Dunia sudah terlanjur membuat retorika baru, atas keanggunan nomenklatur. Dan ketika itu terjadi, pesolek dengan paras terbaiklah yang masyur namanya. Tidak mungkin tidak…

Ikut dan mengikut dibelakangnya, lalu menempa, membuat gagasan akan keterbaruan, berdasarkan ketidakelokan,  yang meranggas dan mencoba untuk mengikis. Namun, pesolek di depan cermin selalu memiliki cara untuk memaknai ketidakselarasan, dan mencoba untuk berdebat, dengan tata cara yang sudah terlajur disusun.

Dalam acara perjamuan, menu masakan adalah tema utama, kemudian cara tuan rumah dan tamu berpakaian, peralatan makan, menandai resmi atau tidaknya, sebuah cara untuk mengisi kekosongan perut. Padahal cara yang paling relevan makan ialah bagaimana membuat perut kenyang, dan bukan bersendau gurau dengan status yang menonjol melalui menu yang disediakan oleh koki terbaik, bumbu dengan kadar pas terbaik, pakaian resmi koki, dan saat disajikan, pakaian koki sama sekali tidak tersentuh wajan gosong, ceceran bumbu, belepotan tepung, dan yang mengganggu menjijikkan saat dipandang, karena tidak mencerminkan retorika bergurau kelas atas. Padahal yang paling tersiksa disini adalah si koki itu sendiri.

Bukan…dan bukan hanya si koki. Penikmat hidangan adalah orang yang paling kelaparan di dalam ruang makan yang dihiasi lilin dan berbagai aroma penggugah, desain bersih meja dengan taplak sutra dan piring putih, lengkap dengan gelas kristal, dan sendok garpu mengkilat yang menandai bahwa benda tersebut tampak lama sekali tersimpan rapi dan jarang digunakan. Plakat atas kedermawanan melekat di dalam kantong, tanpa merasa terganggu bahwa mungkin, ada kemungkinan bahwa isi kantong bakal terkuras habis setelah melahap masakan. Menggerutu mungkin, atau setidaknya meninggalkan omelan untuk si koki yang kurang becus dalam meracik masakan, saat kantong terkuras habis. Apa mau dikata? Menyesal adalah perkara kemudian…

Kelaparan yang mendera tidak diapa-apakan sebelum koki berganti baju resmi saat penyajian. Dan begitu tersaji…mereka lupa bahwa lapar membuat mereka seharusnya beringas untuk satu asupan atas satu sajian menu. Soalnya ya gara-gara itu tadi, pakaian yang dikenakan berkelas dan status dari acara perjamuan juga berkelas. Mereka menelan ludah untuk mencoba ingat, bagaimana seharusnya menikmati masakan kelas atas. Mereka mencoba mengikis rasa lapar sedikit demi sedikit, bertahap, bergiliran, irama dimulut disesuaikan sebelum ditelan dan masuk ke perut. Tempo kunyah menjadi acuan bagaimana runutan atas permasalahan kesopanan dan adab bisa menjadi pilihan…berkelas atau rendahan.

Lalu…darimana adab begini berasal?

Saat itu terjadi, saya sedang duduk di lincak kayu saat sore, yang memang ditaruh diluar rumah sehingga seringnya kehujanan, atau kalau langit tidak sedang memburu, paling hanya terkena percikan air hujan yang menetes di tanah. Dan saat musim kemarau, teriknya matahari membuat celah rekahan nampak terlihat lebar seperti kayu usang.

Ditemani secangkir kopi susu, namun tidak sampai pekat sepekat latte italia karena toh resepnya menyesuaikan selera. Latte adalah dinamika adab atas sebuat citra sedangkan kopi susu adalah bahasa orang awam, yang seringnya mangkal di warung tegal…mungkin. Namun soal tempat mangkal, diluar kebiasaan berkerumun yang membuat celoteh mekar bak bunga mewangi ke mana-mana, kopi susu memang kadar mentah dalam membuat penghargaan atas asal mula bahan baku. Ya cuman kopi dan susu…tidak ada yang lain. Sedangkan latte adalah merk yang orang awam penasaran atas bentuk dan rasa. Keluar rumah pergi ke warung tegal anda akan ditertawakan kalau mencari latte. Soalnya pemilik warung tidak menghargai latte, sebagaimana mereka menghargai bentuk awal bahan baku kopi susu.

Anda harus pergi ke tempat setidaknya sekelas café, yang resmi menyediakan olah ulang nama yang bahan dasarnya sama dengan kopi susu. Latte…

Cemas saat peracik kopi menyeduh dan sesudah disajikan, kita berseloroh karena rasanya yang tidak begitu asing…yaaah, sama kaya kopi susu bikinan aku dirumah. Ya sudah… saya sudah ngerti latte sekarang dan seberapa berkelas rasa, cara penyajian dan tempat yang menyajikan.

Sekilas menerawang pengalaman di café mencari kopi susu bermerk, sambil memandangi kopi susu yang saya bikin tadi, saya mencari bentuk terbaik dari wujud yang bisa dipahami dari cara marketer memburu kegelisahan hasrat manusia. Meninggalkan bahasa lama dalam memulai cara pandang, atau dengan sedikit sentuhan modern, menutupi cara lama dengan penampilan dan bahasa yang sama sekali baru.

Momentum adalah apa yang coba dimanfaatkan para retail atau marketer kelas ecek-ecek, sedangkan cara membangun momentum adalah urusan para marketer perusahaan kelas atas. Mereka yang membangun trend dan mencoba mempertahankan untuk menghasilkan penjualan dalam jumlah yang sangat banyak. Jika dimungkinkan selamanya trend menguat namun titik beku atas pandangan usang karena tampilan yang itu-itu saja, adalah cara masyarakat majemuk bosan melihat sesuatu. Oh iya…trend menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat, dan tanpa ada celah, mereka mempengaruhi seluruh kebudayaan tanpa memandang perbedaan suku, bahasa, dan bahkan warna kulit. Trend adalah pandangan yang paling mudah diterima tanpa mengungkit-ungkit asal usul dan seberapa berkelas atau seberapa rendahan kelihatannya. Asal nongol mengusung tema “waaah”…trend adalah yang paling diburu.

Trend juga menampik kelengahan isu dan berkembang berdasarkan asumsi bahwa apa yang paling laku, justru memainkan isu itu sendiri. Trend adalah pemain yang paling cemerlang dan berdasarkan data akurat atas keabsahan norma dalam tata cara berdagang, toh bahasa yang tidak berdasarkan data dianggap hilang dari rumus keberadaban trend dan marketing, dan jika tidak membuat pernyataan atas dasar data yang relevan, bahkan pikiran yang paling wajar pun dianggap tidak pantas untuk diterima. Karena itulah setiap pernyataan yang berasumsi marketing, harus menyertakan laporan data. Termasuk yang paling tidak penting untuk dimasukkan dalam laporan. Pokoknya data…jangan sampai tidak ada.

Pernah saat saya masuk kuliah…saat masuk, seorang dosen saya memperkarakan kata pokok yang sama sekali tidak menyasar toleransi yang berdasarkan fakta. Pokok mengalihkan perhatian, pokok mencoba melaikan fakta. Namun jika kata pokok dipakai untuk menyertakan data dan fakta, saya rasa bu dosen tidak akan keberatan dengan kata pokok dan tidak memperkarakannya.

Apa yang dicerna dan dipahami tidak dibangun dengan terburu-buru, tapi membuat kesimpulan awal atas bagaimana cara orang berkerumun. Marketer mencoba mencari cara, dan keberhasilannya ditandai dengan bagaimana cara membuat orang-orang berkerumun. Itulah trend…

Sekitar awal 1980an, saya ingat betul bahwa sebelum televisi menjadi era, diikuti dengan lakunya berbagai macam merk televisi, antena, dan perangkat pendukung lainnya, orang-orang diperkenalkan dengan bioskop ramah kantong gratisan, setiap peringatan hari-hari spesial tertentu, seperti hari kesaktian pancasila. Dimana kita dipaksa dengan suka cita, berkumpul di setiap tanah lapang, untuk menonton film bertema KB atau apalah yang intinya mengajarkan apa yang “orang atas” ajarkan ingin kita ikuti. Orang atas yang memainkan peran, sedangkan saya, masyarakat tidak perlu menampik apa yang sedang mereka coba mainkan. Toh tidak mengandung kerugian.

Begitulah caranya…

Trend dibangun tidak untuk kita terikat oleh apa yang kita coba peringati sampaikan, tapi membuat kita tertarik oleh gambar bergerak pada selembar lebar kain yang terlihat memiliki nilai cerita yang membuat kita mengerti sesuatu, atau membuat kita mengerti apa yang orang atas coba kabarkan ke keseluruhan lapisan masyarakat. Saya tidak melihat itu kampanye, betul…saat itu saya masih SD, jadi saya menampik untuk mengerti.

Yang saya mengerti adalah, setelahnya tetangga saya pada beli televisi begitu pula dengan kakak saya yang alhamdullilah sudah diberi rejeki untuk mampu membeli televisi, meskipun bekas, tapi masih bisa menjadi hiburan pelepas main petak umpet dan patil lele. Yah maklum, karena saya masih SD, Jadi tidak ngerti yang lain kecuali bermain. Tidak ada yang ngomong, saya harus mencari nafkah pada saat itu termasuk orang tua saya. Main sono sajalah…

Menilik dunia melalui berita, menonton film, suer…saya tidak mengerti bahwa pada saat itu dunia mencoba berkirim kabar. Yang membuat saya mengurungkan niat untuk mengunjungi Negara tetangga dalam daftar cita-cita saya, karena saya sudah melihat penampakan Negara tetangga melalui televisi. Namun akhir-akhir ini, saya merasa bersalah, jika hanya melihat keindahan dunia hanya dari kabar televisi. Saya merasa janggal jika tidak menambah pundi-pundi devisa kapital akun Negara tetangga dengan berkunjung hanya karena televisi.

Banyak orang yang cerita kalau dunia televisi sebenarnya adalah undangan untuk saya dan yang lain agar mengunjungi Negara tetangga. Karena itulah mereka sibuk beriklan. disana…yaah siapa tahu? Semoga saya diberi banyak rejeki sehingga tidak membuat iklan mereka - Negara tetangga - sia-sia termasuk, menambah pundi-pundi devisa capital akun mereka.

Hal ini terpikirkan hanya saat saya duduk bersantai di lincak depan rumah saat sore. Orang lalu lalang sepertinya baru pulang dari kesibukan aktivitas mereka, dan saya masih seperti biasa menyapa dan tersenyum saat mereka lewat. Tak tahu mengapa tapi kata orang tua, itu lebih sopan dan bersahabat daripada saya diam saja tidak menyapa dan tersenyum membiarkan mereka lewat. Itulah yang mereka ajarkan sampai saya tidak cukup mengerti cara mencerna cara sopan dan bersahabat yang lain. Dan memang, itulah yang menjadi acuan bagaimana beradab dalam pergaulan bermasyarakat.

***

Cukup lama saya memandangi kopi susu saya, tanpa meminumnya dan saat disruput, sudah mendingin…yaah tak apalah karena saya memang bermaksut menunggu magrib saat berbuka puasa. Tapi ya gitu…kelamaan jadi mendingin.

Salaamun Alaikum

Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1442 Hijriyah.

Sabtu, 27 Februari 2021

Ontologi Al-Anfaal

citra hubble space teleskop


Pada gugusan bulan dan bintang yang beredar pada porosnya….

Pada setiap jengkal tanah yang ditumbuhi tanam-tanaman…

Pada setiap perjalanan di hamparan yang luas…

Perumpamaan atas apa yang telah dijanjikan,

Sampai batas waktu yang telah ditetapkan…

 

Chapter 7

We are one the seventh world

 

The Volcan erupt…

They dig way too far…

The mud be a mount, that it look very tall

Blow all everything about, stone and ferro out, to the surface…

They go away…after dig

They “Tsamud” left that to us? Why?

What are they do actually…

No every single male and female thought, that…

We praise Lord no more

It’s forgotten at the east…

Way far from, from the place we need to look into…

Since we change statue to concern with…and,

What we are deal with now… is something different.

We are at…different surface

Prophet remind us…

That kuldi from the west is now serious close to the fajr

The orbit where it stay to hang at, now…

Make east and west to show them own true nature.

Gravity collide…

Raising temperature make the farthest cool look humid

Some lefty planet prepare to jump…already

Story of Adam go away from, from the house…

Is real seriously dominating the era

Kuldi is a form of fruit with bright density

Mouth watering taste and prickly

And Adam got attact in, to the trouble

By found of that prickly kuldi…

It thirst…

Right thirst away even after the first bite…

So he and angel who go alongside with him

Took critical decision, to avoid what possibly worst can come

It look dream for way far long era but not for seventh world…

I mean…angel speed

He is change…

Skin change…

Fragrance change…

And so it too with him smell

That’s fantastic…serious fantastic…

Something live inside the new world while it was exist at the heaven

Lord live at “heaven beneath the sky”

While prophet live and lead new world

We are compromise…

Like the story about…explain that Adam going away from,

From the heaven

We will survive by knock do what Adam did

To start, To once more time, To migrate

 

Maayukhaa Illaiya Mirrabbi

My be bless upon…The meet of…

East and West star

No night…

Noon only

It’s getting hot here…

We should working fast…

I hope...us star survive

***

Kapan…?

Mengurai cerita ke 7 tanpa mengetahui kapan waktu nya, tidak akan membuat pemahaman menyeluruh atas kesimpulan klimaks sesuai dengan apa yang ontology inginkan.

Surat An-Anfaal ayat 42 menyebutkan bahwa :

(Yaitu di hari ketika) kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada pada pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada di bawah kamu. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu. Akan tetapi (Allah mempertemukan dua pasukan itu) agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata, dan agar yang hidup itu, hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula). Sesungguhnya, Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.

Namun sebelum berangkat pada tema tentang waktu, blog trajectory akan sedikit memberikan gambaran mengenai bintang dan pola edarnya.

Pertanyaan bagaimana gugusan bintang dapat mengambang di semesta yang luas, dengan milayaran bahkan trilyunan jumlahnya, pertanyaan tentang kemungkinan tumbukan, dengan bergagai gambaran yang melibatkan skenario meteor, asteroit, dan benda mengambang yang tidak terikat oleh planet tapi tertarik oleh gravitasi bintang atau matahari, pertanyaan tentang bagaimana planet dan bintang berotasi, dan lain sebagainya, lebih penting untuk menjawab mengapa skenario seperti bintang barat dan timur akan bertemu dan bersinggungan.

Jika gambaran tentang semesta yang mengambang dengan formasi orbit yang sempurna, dan dapat menopang segala bentuk kehidupan, tanpa ada cela sedikitpun, saking sempurnanya dikatakan bahwa segala bentuk marabahaya tidak akan pernah datang, termasuk tumbukan asteroid dan meteor, namun sayangnya itu mustahil.

Keteraturan adalah  massa gravitasi, dalam hal ini adalah gaya berat dan materi dari masing-masing benda semesta, dan bukan formasi planet dan bintang. ia tidak menumbuk atau bertabrakan karena sebab benda semesta lain menghalangi jalur atau pola orbit menyilang, tapi karena benda berada pada masa material yang dapat saling menghindari daya tarik tumpang tindih satu-sama lain. Jika nilai kecocokan massa tidak ada, benda langit tidak akan memiliki pola medan gravitasi yang sama, sehingga tidak akan bertumbukan.

Daya tarik gravitasi yang membuat formasi bintang dan planet mengikat hanya dimungkinkan jika benda semesta tersebut memiliki pola kesesuaian kutub magnet. Massa yang kecil tidak akan membuat sumbu poros putar, yang artinya ia akan langsung tertarik ke medan magnet benda yang sejalur, namun atmosfer, dari benda yang yang memiliki massa yang lebih berat, yang memiliki sumbu poros putar, akan membelokkan arah pusat tumbukan sebelum akhirnya terbakar, terkikis sedikit demi sedikit sampai akhirnya menyisakan hanya sedikit dan bahkan habis sama sekali.

Massa benda semesta yang mampu membuat sumbu poros putar, dikategorikan sebagai bintang dan planet. massa yang memiliki daya tarik terberat berada pada orbit terluar, dan yang paling ringan akan sangat dekat dengan bintang atau matahari. namun selama benda semesta tersebut memiliki sumbu poros putar, artinya masih memiliki medan gravitasi dan tidak akan membuatnya tertelan oleh bintang atau matahari.

Ya, daya tarik gravitasi adalah jawaban atas pertanyaan yang terkait tentang bagaimana keteraturan formasi pola edar bintang dan planet. namun daya tarik gravitasi tidak hanya menciptakan keteraturan formasi, - karena benda yang memiliki massa akan habis berkumpul dengan “bintang” yang memiliki medan magnet terkuat,  tapi juga menciptakan ruang kosong dimana medan magnet habis gravitasi (nol gravitasi) atau tidak ada daya tarik gravitasi sama sekali, setelah semua bintang dan planet membentuk gugusan formasi, - dimana benda semesta yang tidak terikat lalu lalang, mengelilingi angin rotasi gravitasi, dan membentuk sudut lengkung lalu terlempar ke ruang habis medan gravitasi (nol gravitasi) yang lain. Atau dengan mengukur peluang yang sangat jarang, membuat suatu jalur orbit terpisah karena terjebak diantara daya tarik dua medan magnet bintang dengan masa yang sama atau mendekati sama. Sehingga bukannya berotasi mengelilingi bintang, tapi ia bergerak seolah-olah maju dan mundur, mengikuti daya tarik medan magnet kedua bintang.

Lalu kenapa bintang atau matahari dapat mengambang dan tidak jatuh ke dasar semesta? Ada gurauan yang mengatakan bahwa selama bintang memiliki sumbu poros putar, artinya ada bintang lain yang menemani, selama ada teman, jalan untuk menuju dasar lembah semesta pun otomatis tertutup. Terobosan semacam itu dalam beretorika, dalam banyak segi menghentikan tema debat selanjutnya. Dan memang, sumbu poros putar mengindikasikan bahwa ada daya tarik medan gravitasi lain yang membuat bintang tetap mengambang. Lalu pertanyaan berikutnya, medan gravitasi yang mana yang dimaksud, yang membuat bintang tetap mengambang dan gagal jatuh ke dasar semesta? Jawabannya adalah bintang atas dan bawah.

Posisi bintang tengah akan tetap terjaga, selama dijaga oleh bintang atas dan bawah. Pun demikian dengan bintang atas dan bawah yang dijaga oleh atas dan bawahnya lagi, dan begitulah seterusnya. Namun seperti skenario benda semesta yang terjebak diantara dua gaya tarik medan gravitasi yang sama besar, bintang bisa jadi mengorbit di celah antaranya dan bergerak maju dan mundur, atau jika melibatkan permukaan planet, sebagai tempat menaruh teleskop, dan melihat penampakannya, bintang tersebut akan terlihat bergerak mendekat dan menjauh. Saat mendekat, cahayanya sangat terang dan sebaliknya, menjadi lemah sampai kemudian tidak nampak sama sekali saat bergerak menjauh.

“(Yaitu di hari ketika) kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada pada pinggir lembah yang jauh…”

Artinya saat kedua bintang atau mentari timur dan barat bertemu muka, mereka saling menatap satu sama lain, menampakkan wujud, menampilkan rupa asli, dan jati diri mereka sebenarnya.

“…Sedang kafilah itu berada di bawah kamu…”

 Dalam banyak cerita, Kafilah adalah pengembara yang sedang melalukan perjalanan sedang ia mengemban suatu misi tertentu, dan jika penerapan makna kafilah adalah planet, maka artinya, planet yang sedang melakukan atau akan melakukan perjalanan.

Seandainya teman yang membuat bintang tetap mengambang membuat pola mendekat dan menjauh, dan di saat mendekat atau mencapai titik terdekat, terlihat lalu menarik planet dalam gugusan formasi, artinya gaya tarik gravitasi akan membuat penyesuaian pola atas teori keseimbangan. Dimana masa yang berat akan menarik masa yang lebih ringan. Jika hal tersebut akan terjadi, dan jika pertanyaan “kapan” waktunya sudah dekat, planet akan memberikan tanda.

Dan bagaimanakah tanda-tandanya? dikatakan bahwa kafilah berada dibawah “kamu.” Kata kamu merujuk pada sosok, dan jika kamu dan mereka saling bertemu, maka sosok yang dimaksud kamu adalah tempat bernaung planet dalam keseluruhan rangkaian formasi tata surya. dalam hal ini adalah bintang, atau matahari. jika bintang barat adalah “mereka”, atau mereka yang terlihat datang, maka kata “kamu” berarti bintang timur, atau tempat yang didatangi “mereka”.

Dan “kafilah dibawah” maksud kata dalam ayat tersebut, adalah posisi planet - yang sedang atau akan melakukan perjalanan mengorbit “kamu”  atau bintang - dengan membuat lintasan menghadap ke bawah…

Jika suatu planet tidak mengorbit sejajar dengan yang lain, atau mulai mengorbit dengan membuat lintasan kebawah - diagonal vertikal kemudian lama-kelamaan menjadi murni vertikal - terus ke atas masih dalam lintasan mengorbit matahari, artinya adalah pertanda bahwa bintang barat mulai mendekat, sesuai dengan apa yang quran jabarkan. Yang artinya, tanda pula bahwa planet akan segera terlempar keluar dari formasi, menuju ke tempat bintang barat yang mendekat tersebut.

“Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu…”

Lalu bagaimana…? Bagaimana jika…planet kita tercinta yang indah luar biasa ini, mulai membuat lintasan orbit menghadap ke bawah. Coba pembaca sekalian bayangkan…

Datangnya hari dan tenggat waktu tersebut akan terus diperdebatkan sampai pada titik, dimana fenomena kejadian membuat peringatan yang nyata atau menjadi terlihat dan benar-benar terjadi. Kecenderungan pengabaian, skeptis, bahkan ada yang tidak mempercayai, atas teori yang mengemuka akan tetap menjadi rentetan bahan coretan yang diperdebatkan di atas kertas, sampai pada titik temu bahwa, kejadian tersebut adalah fakta.

“Akan tetapi (Allah mempertemukan dua pasukan itu) agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata, dan agar yang hidup itu, hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula). Sesungguhnya, Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.”

Saya yakin setelah merunut kalimat sebelumnya, pembaca dapat mencerna sendiri arti dari kalimat berikutnya tersebut. Perihal atau mengenai apa urusan yang dimaksud…

Sesuai dengan tema surat, An-Anfaal atau dalam bahasa Indonesia berarti “rampasan perang”, teriknya cahaya matahari adalah peringatan atas panasnya fenomena tarik-menarik yang melibatkan dua bintang yang berada dalam posisi yang berdekatan. Lantas harta yang kemudian berhasil dirampas, tentunya tidak akan keluar dari harta yang dimiliki oleh bintang timur dan bintang barat. dan harta yang berhasil dirampas - sesuai dengan penjabaran diatas -, tidak ada lagi yang dimiliki oleh bintang, tidak ada lagi nama lain yang pantas disebut, tidak ada lagi yang sesuai kecuali, tidak lain dan tidak bukan adalah…Planet.

Salah satu diantaranya, adalah tempat kita bernaung.

Maayukhaa llaiya mirrabbi.

Selasa, 02 Februari 2021

Ontologi Al-Fajr



Karena cerita ke enam memuat Fajr, blog trajectory sengaja memunculkan cerita Fajr, untuk mengeliminir tanda tanya kenapa cerita ke 6 memasukkan surat Fajr, padahal jika menilik catalog, cerita tersebut berada pada juz terakhir dari Al-Quran, yaitu juz 30. Untuk alasan di mana kita tinggal dan demi menengarai alur cerita dimana kita terlibat, saya tidak menjamin untuk meninggalkan desain persona.

Jika “saya” adalah retorika zaman menurut al-quran, “saya” adalah subjek yang berada atau yang dimaksut, dimana kita terlibat di dalam al-quran, kecuali, kepercayaan bahwa quran adalah cerita mengenai penduduk diluar yang disampaikan al-quran,  ”saya” sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan peradaban penduduk yang diceritakan atau yang berkaitan didalamnya. Namun, pendekatan “saya” melahirkan kepatuhan, dan seberapa tidak menimbulkan jarak, perumpamaan yang dijabarkan yang berdasarkan cerita al-quran, membuat objek bernama “saya” adalah otomatis bagian dari al-quran. dan bukan konsep di luar al-quran. Tinggal sekarang bagaimana cara kita membuat pendekatan konsep yang dapat meminimalisir dampak bahwa “saya” sebagai objek, tidak terlempar jauh dari jangkauan pemahaman yang memadai, yang dapat menyesuaikan alur. Karena itulah, desain persona diperlukan. Dan jika pembaca menampik keterlibatan “saya” diluar konsep al-quran, dengan membuat jarak atas fakta yang ditulis al-quran, berarti “saya” secara otomatis berada pada posisi tidak di dalam jangkauan al-quran. kehendak al-quran tidak menyentuh “saya” sama sekali. untuk persoalan tersebut, keyakinan pembaca yang menengarai. Maayukhaa illaiya Mirrabi…

Jika pembaca percaya bahwa pembaca adalah bagian dari al-quran, terutama cerita yang berkaitan dengan retorika zaman, anda harus menghadapi fakta bahwa Quran, sudah menyiapkan materi skenario tentang kehidupan di bumi dan seberapa debu-nya kita, dari sudut pandang semesta. Mungkin yang sudah sering kita dengar, - dari orang tua dan guru kita - bahwa sebenarnya, kita itu tak lebih dari sekedar debu…yaitu debu semesta.

Sekelumit cerita dan sajak kehidupan kita di bumi, tidak lebih luas dan lebih panjang dari cerita kehidupan kita di angkasa, atau di ruang tata surya. Jika pembaca, sudah mahfum dengan peribahasa, “urip ki mung mampir ngombe”, - dibaca, hidup itu cuma mampir minum, - terutama orang jawa, pembaca mungkin maklum kenapa cerita Quran mengenai kehidupan bumi, dibaca : dunia, sesingkat apa yang sudah orang tua, dan guru kita katakan, melalui peribahasa. “urip ki mung mampir ngombe”

Lalu kenapa Fajr? Untuk menandai tempat di cerita ke enam, dari sekian banyak cerita dan skenario penjabaran mengenai tata surya yang telah diungkap oleh Quran.

Karena disitulah tempat kita tinggal…

Dugaan yang paling mendekati dari berbagai kecenderungan, artinya bahwa semirip apa desain persona dengan logika terdekat yang dapat dijelaskan secara nalar, disitulah titik temu yang paling bisa menjelaskan mengenai cerita yang pada runutan, dan penyusunannya lebih mirip teka-teki. Dan berdasarkan desain persona, “disitulah tempat kita tinggal” adalah kesimpulan yang paling relevan.

Sebelum ilmuwan berhasil menjabarkan dunia angkasa, Quran sudah lebih dulu membahas mengenai tata surya dengan pendekatan teks dan gaya bahasa, yang disusun berdasarkan lidah dimana, ruang dan waktu Quran tersebut berasal. Jikalau kemudian cerita tidak dipahami sebagaimana perkembangan gaya bahasa yang lahir kemudian, mungkin karena terputusnya logika penyampaian, dengan logika pemahaman penyampaian yang baru, - karena itulah saya sebut epistemologi, cara baru dalam meng-indoktrinasi,- kemudian ketepatan isi cerita menjadi kabut yang menutupi jarak pandang, tidak mengungkap makna sesungguhnya, lebih baik pembaca merunut ulang melalui pendekatan etimologi, dengan membuat pola atas kata dengan kandungan pola yang sama, yang diceritakan bukan pada hanya satu surat, misalnya, atau dengan menelusuri ulang dimana kata tersebut muncul melalui kecocokan tema surat, misalnya, untuk kemudian mengungkap kembali kebenaran kandungan sebenarnya.

Ayat pertama dari Surat 89, Al-Fajr berbunyi…

”Demi fajar.” (Surat 89, Ayat 1)

Fajar adalah mentari di pagi hari, mentari adalah matahari, dan matahari adalah tata surya atau star system. Dan sepanas apa matahari, dan bagaimana kecerahan cahanyanya, Quran dalam hal ini, menulisnya dengan bahasa “Neraka yang menyala-nyala, yaitu Jahannam.”

Bahasa peneliti, dalam menerjemahkan teka-teki, berbeda dengan bahasa yang diartikulasi oleh symbol. Jika dirasa tidak terdapat jawaban yang memadai atas logika, dilakukanlah penelusuran. Sehingga dirasa tepat, sesuai dengan apa yang bisa gambarkan oleh gaya bahasa umum yang berkembang dan bisa dicerna.

Kemudian, Ayat yang kedua dari Surat 89, Al-Fajr berbunyi…

“Dan Malam yang sepuluh.” (Surat 89, Ayat 2)

Ruang hampa yang gelap adalah malam disaat matahari sudah terbenam, atau bisa dijabarkan, planet berada pada posisi bahwa permukaan menghadap terbalik dari matahari, atau tidak menghadap matahari. “Yang sepuluh” berarti dengan jumlah yang sepuluh.

Sepuluh malam, di dalam system tata surya. Artinya ada sepuluh planet yang berotasi sehingga permukaannya tersinari matahari saat siang, dan bergantian dengan gelap pekat segelap ruang semesta di saat malam. Dan jika tidak ada permukaan planet, maka tidak akan ada rotasi pergantian siang dan malam.

***

Blog trajectory, sekali lagi mengingatkan bahwa tela’ah ulang yang disampaikan adalah dengan menggunakan bahasa ontology, dengan sentuhan desain persona untuk memposisikan saya dan pembaca agar dapat mengurai maksud dengan lebih tepat. Jika ada gurauan, bukan berarti meremehkan tetapi lebih memasukkan unsur “kesemestian”… bahwa semestinya kita menginginkan sesuatu yang ringan, yang dapat dijelaskan, yang mudah dipahami dan tidak membuat kita mengernyitkan dahi atau keluar dari jangkauan nalar. Bukankah begitu? Semoga pembaca memaklumi...

***

The density…Jah from Fajr

(QS : 89, Al-Fajr)

By Morning light and the night of ten

They are us…

Fajr From Jahannam Valley

I don’t see that asgard super charger vehicle…

Or wrag from the deep… come arrive or even…

Pass by with or without regret…

Their weird starship never left a serious mark here…

***

Hello, star system…

Balad from Fajr, is the first planet…from the peak of mount into the valey are sure eternal flare…they are a cage of flame…

Syams from Fajr, is the second planet…the muds are red, and what cloud veil can blind you, is a solid smoke.

Lail from Fajr, is the third planet…first sustain count on, from the star system, the Fajr. day and night are verse, while male and female are grown living things name. 5 “us” are exist here bordered by nort and suth capitalization.

Dhuhaa  from Fajr, is the fourth planet…it as dry as it barely mars look like, "the just device" tried to sneak peak but found nothing unless heavy bag of sand, which she will carried out to home and tried to make it big by her "just bubble sun-glasses." They are left behind, the planet surface… something left ruin there behind. Empty and alone…

Alam Nasyrah from Fajr, is the fifth planet…are pain relieve for second something living called “us” count on from lail, but I don’t so sure…I don’t sure about… lail things will land here or not.

Tiin from Fajr, is the sixth planet…solid shape of ring and some “us” can be a clue for what possibly life there look like, but the stone are the one which came upfront, secure hiding town beneath the bless hill. They was there before…and they were there once more…

Alaq from Fajr, is the seventh planet…they are cursed, since they curse “us”…the blood are the only way to them, to fade them thirst away. But them syrens are singing inviting to come. you'll hate them for the cold sicken teeth, but you'll need to pass by, once more, before sure what them all about… right at the time once Zabaniyah there. 

Qadr from Fajr, is the eight planet…a “us” explain about, a prosper night, which it way far better than thousands month. Jibril here to carry a full prosper night in…till the sun set to raise.

Al Bayy-inah from Fajr, is the ninth planet. They are was ugly betrayal, has a heaven cap and river on the down deep… now Al Bayy eternal hang with Fajr.

Zal-Zalah the dancing from Fajr, is the last tenth planet. Parable of the gum you blow from your mouth out, has same size as your head. It twin look like. barely horizon journey capture an image and explain that zalah are not alone, zalah is 2. 2 at 10th. They are dancing…

My adorable en lies here to dig about. Let en here…at zalah.

Salamun alaikum…

May be bless upon Fajr star system.

Minggu, 03 Januari 2021

Ontologi Al A'raaf

wallpaperaccess

"Kelahiran Adam di langit..."

CHAPTER 6 (QS: Al A'raaf)

We are one the sixth world

 

Remember of my feet

Step into the front

I will fly

Beyond the sky

Where all of my excellent devices goes to…

We will warm the planets and even moons

To make rains…

To make overdraft be a poured pool…

So the plants can grow

Like our green forest serve clean oxigent

Bold the atmosphere…including

To serve all everything can sustain life about.

We need dirt…and cold temperature

To make our devices worth…

A brand new live

 

Maayukhaa Illaiya Mirrabbi

May be bless upon the birth of Adam, and Fajr star system

***

Kunci atas sebuah pencarian menggugah setiap nalar, untuk mencari bentuk ideal, dari apa yang coba dikembangkan berulang-ulang, dari berbagai generasi, untuk membuka gembok atas semua nilai yang memiliki klimaks. Motivasi bisa jadi beragam, namun, setiap orang yang mencoba mengurai, dari kalangan manapun, dari cabang ilmu apapun, memiliki batas atas nalar, dalam rangka mencerna sebuah logika. Yaitu, bentuk ideal.

Kegagalan bentuk atas tafsir ideal, akan terus dibantah, sampai pada titik temu dimana, nilai akhir – yang menjadi klimaks – ditemukan. Namun sekali lagi, kegagalan bukanlah subjek yang dituding dalam rangka pencarian bentuk yang ideal. Kegagalan adalah referensi. Yang bisa jadi, menjadi sumber untuk mencari dan membuka sebuah teori baru lainnya. Kegagalan dalam hal ini, bukanlah dosa.

Cerita yang dikembangkan diberi makna lalu, kemudian ditengarai menjadi dalang atas sebuah perjalanan keyakinan. Misteri atas apa, yang coba disembunyikan lalu dirangkai ulang, membuat keyakinan memiliki reputasi. Jika bentuk ideal itu tercapai. Seberapa besar reputasi yang mengikuti, semua berawal dari usaha pencarian untuk membuka gerbang pemahaman atas misteri yang dimaknai. Lebih tepatnya, misteri yang pantas dimaknai.

Lalu pertanyaannya, seberapa mahal? Nilai atas misteri yang pantas dimaknai.

Jawabannya adalah kebenaran ilusi yang mewujud dikemudian hari. Ilusi menjadi nyata. Bukan hanya teori belaka namun kebenarannya dapat dibuktikan. Begitulah cara pandang dunia melihat sesuatu. Benar atau tidak, semua dibedakan melalui bukti  yang harus hadir. Lalu, bagaimana jika wujud yang ditemukan masih tidak dapat dilihat hari ini? Namun, penafsiran atas misteri yang telah ditelaah berulang-ulang lalu terwujud, telah terjadi berkali-kali. Bisa dipastikan karena itulah, keyakinan memiliki reputasi.

Islam…

Salaamun alaikum…untuk keyakinan yang mewujud.

Maayukhaa Illaiya Mirrabbi (Ikutilah prasangka Tuhanmu)…untuk keyakinan yang belum mewujud.

Sabtu, 26 Desember 2020

Ontologi Al-An'aam

Demikianlah kami mengulangi ayat-ayat kami supaya orang-orang yang beriman mendapat petunjuk…(al-an’aam. 105)

 

Wujud repetisi atau pengulangan mudah ditengarai jika 1 titik di tengah menjadi pusat dan jalur tidak melepaskan pandangan dari titik yang menjadi pusat ditengah. Jika diterjemahkan dalam wujud benda, kita akan melihat bentuk lingkaran seperti bola, roda, kincir, kipas angin dan semua benda yang membentuk jalur rotasi yang bertumpu pada satu titik sehingga menciptakan bentuk lingkaran. Pengulangan dalam wujud ini berarti awal sama dengan akhir, dan atau akhir sama dengan awal.

Pengulangan tidak melibatkan wujud dari titik ketiga karena kata pengulangan berarti merujuk pada awal yang berproses melaju menuju akhir. Subjek awal dan akhir adalah 2 kata dan tidak melibatkan bentuk kata ketiga. Jika kata adalah titik, maka awal dan akhir adalah 2 titik, dan bagaimana menghubungkan 2 titik tanpa menciptakan celah yang terputus, artinya… kita, mau tidak mau harus menggambar bulat pola melingkar. Dan bukan menghubungkannya secara vertikal atau horizontal karena itu berarti, tumpuan awal tidak akan kembali ke awal, atau akhir tidak akan bersatu dengan tumpuan awal. titik awal dan akhir tidak terhubung dan gambar tidak menemukan bentuk yang ideal, untuk disebut pengulangan.

“Setidaknya…seperti itulah kata-kata para pembawa sajak."


Last time...

At the surface.


CHAPTER  FIVE (QS: Al-An'aam)

We are one the fifth world

 

The scientist

He told me…

That lemmings are everywhere…

***

Later…he visit my place

He told me…I found a wheel

By ride it, we spend no energy to move

I told him…I found an effective way to be efficient

Less move, the cheap one…

“Oke you mail me,” scientist said

Aha..that’s the way to be efficient, I said

So, by postman we send mails…

Don’t be so panic if future is just…a matter of terminology

Epistemologist send me a latter

And ask, why you let me to word mails, while you use paper…

5 days earlier, ecologist condemn me… why you cut my wood…

 I told to him…I make paper…I am industrialist

Eh…eh, you told me you are Animism, why you told me now that you are industrialist…

He slap my face with him word,

He explain the misery to be an ecologist. By be lover of environtment… bla…bla…bla…and bla…bla…bla…

Ok…I am not that clever, I told him. “I am frustrate anyway…”

I don’t understand if you talk so much. But I know a thing

By a paper, I will make you famous… as insurance because you lose your forest…I continue to speak

He shock so sudden…since I don’t cut him wood only, but him forest…

***

Now..I am busy to write an idea…how to let him to be free to condemn all everything about,

Talk about, all him ideal of ecologist environmentalist…

On my room, I thought about ‘News…’

News is a good idea along with paper

All of my friends…need to get catch anyway…

All of them…they work alone, and them world, are not so cool since they are left behind look like, in term of fashion…

They are all ugly…

Including that ecologist environmentalist.

***

Now I put news side along with paper.

Yes, it will be…Newspaper.

The new creation of how to send and spread news…

I let mails terminology saved on my save deposit desk

Let it left behind…for a while

***

They will shock…

They will surprise…

I state on my mind.

Fist volume of newspaper…and it done

I write them all…then I spread it…

5 days later…

I got news, that ecologist get invitation to the royal house…

People start to talk about…

He getting famous…

***

Later scientist run from the front door, and he laugh

“Hahaha…you make lemmings…

Hahaha…Oh my God…Am I told you?

You’ll got trouble.” He said

And indeed, I got trouble…

Royal army go to my house…

They grab my arm, and force me to following them

Ok…I am surrender.

***

Later…

I am at the night party…at royal house…

I am a respected member of citizen

I make news and now…

Make report of royal wedding…

“The King and The Queen”

***

The days go by and

Much friend come to ask me about…them face and statement, on my newspaper, including King and royal families

They do me…

***

I go with paper sclupturist now. Sculpturist at the paper, with pencil. She work with me…

She drawing everything.

***

The world getting crowd and the name… are on the list

It remain on the list…the one who will be famous

Most valuable epistemologist, Most valuable alchemist, Most valuable drawer, Most valuable pianist, Most valuable prayer, Most valuable architect, Most valuable biologist, Others valuable scientist and founder, And so on…and so on…

Till the world getting a new shockwave…

A new way to send mail…my own terminology to mention news

***

But mail remain a secret of my own terminology…on my save deposit desk table

I make that to not clear written…for a while

Actually, I plan to make fun…

When someone found my save deposit desk table…they will curious.

What does that mail mean?

You know what… That key is lies on the fist font. But what I told about behind the first, are a real dimension, a complex maze. You’ll sleep if you tried to puzzle out…I spell that, so it’ll witch look like…while it a real shit on my own mind, actually… when it found out, my trick will work to outsmart them.

What OH so adorable with that…

Anyway, the world use news

I let my mail terminology left behind…for a while

***

Currently they send news by radio…

I am a bit fan of it…I bought one

Now I heard another out part of the bordered world…

They told me about…

Game maker…

Racing…and Gladiator at the stadium…

I am re-write the story…

And what come upfront is amaze me…

They tried to be a game maker…that crowd, that herd

Royal house…are real laugh to that…

Wow…what a peaceful world

***

Later…

I make a new brand for my newspaper

“Thomas Thompson the excellent Edition…”

Since I got copyright to spread and sell

The edition make horizon clearly visible

And  so it too, with vertical as well,

Limitless dimension…

Top and deep bottom.

Law of impact. I share enthusiastm…they grab it. I share euphoria…they grab it. I share new understanding…they grab it. I let you in, and you start to be curious…

When we go back to the front…let boredom to finish the hype.

But at this stage…I thought about re-formulate. When we grow mature, we don’t go kids.

We will…I will…

Five is the last back door and I don’t go outside…I lock my door

I’ll check the front door and see either it locked or not.

Without talk that much …

Since the paper done represent that much

 Anyway, late night start to come…

I am tired and sleepy…

***

Later…

I got photograph…

I am retiring my cartoonist. A new name of paper sculpturist.

Ridicule a bit to her…I give her, her own photograph. I said…”I bought to you a mark of new era… “

She stare me…

What in the world is you doing? I said

 “I make my cartoon moving”…she said

What for? I said

Hihihi…you’ll see, you’ll see…

***

I don’t suspicious to her when I am live at the era, while at day… front door remain wide open

So, I welcome everyone to come…and that is how it suppose to be…

 

Salamun alaikum

May be bless upon my secret mail, news and paper, and the way world send news…

***

“Hey youuuu…are you hide my wheel?” scientist at backdoor of my house shocked me...

He shout that out loud.

Sabtu, 19 Desember 2020

Ontologi An-Nisaa'

Ungkapan yang paling relevan untuk membaca apa yang tersurat adalah kecenderungan, dan darimana hal itu berasal, 2 surat awal membuat penawaran mengenai apa yang seharusnya dimaknai, berdasarkan cerita yang berhasil dirunut dan dibaca ulang. 

Hukum pernikahan adalah bentuk terjernih yang tersirat dari QS: An-nisaa , namun...cerita kemenangan atas perebutan posisi dan mempertahankan wilayah di surat sebelumnya (QS: ali imran), mewujudkan kerangka analisa yang berbeda. sehingga melahirkan cerita yang berbeda pula. namun masih dalam konsekuensi, atas apa yang tersurat berdasarkan seluruh cerita yang berhasil dirunut - (terutama di 2 surat sebelumnya QS: Ali-imran, dan QS: Al-baqarah).

Temuan Arak (atau yang sejenisnya, seperti wine, sake, dll) memperkuat dugaan. dan berdasarkan study etimologi, di tempat mana kata itu muncul, disitulah subjek memainkan peran. dalam hal ini, Arak. 

Selain arak, wanita untuk pertama kalinya disinggung menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari subjek cerita. dan untuk menganalisa sebuah wujud dimana ontologi mencoba menengarai, keduanya adalah wujud konkret atas pesta kemenangan sesudah perang. Namun...namun...

Menafikan peran kemanusiaan dan memperlemah posisi suatu kaum, adalah hal yang sama sekali tidak akan pernah terjadi...


Dunia sesudah batas...

CHAPTER  THREE (QS: An-Nisaa)

We are one the third world

 

Where the lord has land

Has silat guy, kungfu guy, kapoera guy and so on…

And people live fear

They pay lord high amount of kepeng…

“I don’t want to live here”, said those people with less kepeng

“I want to go to merciful lord, so I choose to move away from here…

People want secure, including me…to make another kepeng.  Make business to remain run.

Not to live in fear, and give all my kepeng to them…”

Lately…

They are all be greatful to the found of Arak, Rum, Sake,Wine, and so on…

Because it make lord can sleep snore and less hate or, to seek a reason to hate and be hate.

But new problem come up front…

“They dare to touch my women”, said Angkringan Kemang Kafe owner

“And so everyone here who husband of pretty women”. They has same problem

“Not so good to be a women lately, said those Women…those Feminism”

“They are all tease me, (lord and those man)…make me to get used, that I am a real useful to them”.

“I don’t know why I am end up here, to be like this. I don’t choose…they make me to choose”.

“But fortunately, we (women) can survive…we are a number one commodity to the peace of lord, and people.”

“They drunk together. (Lord and him man). Ashole…”

“Lick me, my hand, my butt, my clit, my whole body, everything...I am your prize you son of a bitch, you thought me hard huh…”

“So, they got busy and new game to play…”

However…However…

“When women get used, they are be the real bitch”

Soon, you’ll understand that once they start to act bitchy…mean that they ready to take advantage

“Lord start to treat me like a quenn, they let me to speech, and even… they god me. Said those women”

“Their testosterone, drop along with how beauty we are.”

“By the exceed of what we have, we rule for a while… said those front women”

“We make an aestethic norm, fashion, sculpture, painting, the way we are taste, ingredient, including architecture”

“We role, so all form of testosterone bent to us”

“THEY ARE ALL BENT…”

“They see nothing unless…”

“Beauty of the bitch…

Those front women added”

 

Salamun alaikum

May be bless upon Arak, Rum, Sake, Wine, and When… Women lead.

Sabtu, 17 Oktober 2020

Ontologi Al-Baqarah

gatra

Pemaknaan mempermainkan pikiran manusia dengan menengarai cerita dan bahkan fakta yang sudah ketinggalan jaman. karena bukti tidak pernah ditemukan namun keberadaan cerita tetap hidup dan bahkan menjadi simbol pembenaran atas perkataan, perbuatan, dan bahkan hukum yang berkembang. ontologi adalah pendekatan untuk membuka gerbang dimana bukti konkret atau wujud dapat terlihat atau paling tidak mendekati samar-samar. jika sumber yang menjadi pembenar sudah sedemikan jauh tertinggal, yang tersisa hanya puing-puing, wujud yang paling mendekati kebenaran adalah wujud yang paling relevan yang dapat digali. ontologi tidak pernah membiarkan ketidakberdayaan wujud karena kekurangan bukti, keanehan, fenomena supranatural, dan meninggalkan rasa penasaran.

mitologi adalah subjek yang paling disasar oleh study ontologi untuk mengungkap fakta dan atau bahkan mengumpulkan bukti. karena sifat mitologi yang mudah meninggalkan bentuk konkret dari wujud dan mitologi adalah ilmu yang pertama kali dipercaya dipelajari oleh manusia berdasarkan perkataan turun-temurun. mitologi meninggalkan banyak simbol yang sampai sekarang membuat orang mengernyitkan dahi, meninggalkan rasa penasaran dan membuat bertanya-tanya. simbol yang dipegang bersifat sajak, puisi, hikayat, namun tidak jarang bukti konkret sudah hilang, atau dalam bentuk manuskrip dengan bahasa yang sama sekali tidak terbaca. karena itulah, ontologi mudah masuk dalam ranah mitologi. untuk menggali, mengumpulkan bukti dan mencoba mengungkap wujud konkret dari sebuah kejadian, ataupun benda. berdasarkan fakta mitologi, ontologi mencoba mencari solusi.

Ontologi Al-Quran

Quran adalah pedoman bagi umat Islam dengan bait-bait yang disitir, disampaikan melalui orang yang dianggap layak untuk membuat dan menyebarkan fakta, pelajaran, dan kebaikan yang dikandung al-quran. pelajaran mendasar mutlak karena semua cerita yang dikandung diajarkan dengan dukungan keharusan akan nilai yang dianut. dan keluar dari nilai, adalah kekafiran. bahasa yang paling diselewengkan oleh pelbagai kepentingan, untuk menyebut bahwa nilai, dari suatu keyakinan telah dilanggar. namun, kepercayaan terhadap Quran, sama sekali tidak dibantah dalam wilayah epistemologi indoktrinasi. pemaknaan kafir tertuang dalam epistimologi indoktrinasi begitu juga pemahaman akan makna surga dan neraka. termasuk bagaimana quran mencoba menceritakan fakta mengenai agama lain seperti nasrani dan yahudi, termasuk kitab yang mereka bawa. 

Simbol quran banyak mengungkap cerita dan fakta dimana lampau adalah awal pembuatan dan bagaimana quran itu disusun. tuduhan terhadap kelompok tertentu mengundang kebencian dan motivasi Quran jelas memposisikan diri sebagai benteng terhadap kepercayaan di luar Quran. mitos keberadaan Muhammad S.A.W sebagai tokoh penting dibalik Al Quran, tidak terbantahkan dalam epistimologi indoktrinasi, dan mencoba keluar dari pemahaman tersebut adalah sama sekali tidak diperbolehkan. atau dianggap bukan Islam.

Isi quran menarik untuk diteliti dan diselidiki untuk mengetahui asal usul motivasi, dan apa makna sebenarnya yang tertuang dan yang ingin disampaikan. Studi ontologi mencoba melihat peluang untuk mengungkap isi dan kadang, fakta yang terungkap keluar dari epistimologi indoktrinasi. saya mencoba bermain di wilayah ontologi untuk mencoba mengungkap simbol, apa yang termaksud dalam quran surat Al Baqarah. saya mencoba menceritakan ulang melalui bahasa ontologi saya sendiri.

Selamat membaca... semoga bermanfaat... 

CHAPTER  ONE (Q.S. Al Baqarah)

We are one the first world

Mohammed Mithrandir.… start to reveal…

Where they are came from…

A stone with a weird relief teach them to read

A wood with an image, teach them to imagine

And first word come, when evolution begin…

We don’t thought yet, We don’t

We don’t see yet, We don’t

We don’t hear yet, We don’t

We don’t feel yet, We don’t

Until…

Enlighten of the 2 part of live doomed with reveal teach about…

How the good sake are burden of community

And community are real consensus..

Of a govern theory…

First is Torah…

Second is Gospels…

And You will be there when cleverest person read the story about.

And now you see, you hear, you feel and you think as well

The past are done and so too time. When we go clever, we tried to read about…

God send me…

Short text message to not let you to left behind.

I told to you since you are Mithrandir

***

I’ll tell you about…

The lack 2 millimeters of the odd brain

And so God make them to remain where it begin to remain

Lack of 2 millimeters

Allah said…

Really… We often see your face look up at the sky

And actually if you bring to the Jews and Christians who were given the Torah and Gospels, all the verses of information, they will not follow your Qibla

The Jews and Christians that we have given Al the Torah and Gospels know Muhammad as they know their own children

The truth is from your god

And for each follower there is its own Qibla

And wherever you come out, turn your face away

And wherever you come out, turn your face away

As we have perfected our favor to you

That is why, you need to regard My name.

***

And what is all mention about is

The Man who got tried…

They said, without them realize

Try me…try me…

And who they are…

First is crescent moon,

Second is children of Israel.

And what they are so stubborn to defending about…

They talk…Jarussalem

***

Salamun alaikum

May be bless to all of you.

***

Now it turn, I will tell to you about Islam

You’ll found and see a clue when you meet them

They are a real world on the surface

And who they are and what them look like, it is what is suppose to be…

On the first, they are a real contender of Abraham, blatantly seen and they don’t tried to hide. Let it be… the wall ruins are remarkable story of the live within, along with the good era. Abraham said, “Actually, god make the sun set to rise on east, how you’ll tried to make it rise on the west.” They are silence to wonder. They ask what god did now, If god is real exist. So they are buried for a century to see them ride left bone only. But later…they know how to make it run once more. Recycle of a habit.

On the second, a seed expand into seven, and seven into hundred. The world where heavy rain fall and every single of primary needs are worth nothing unless it grow on them front and back yard. It easy to grow…really. Plantation on the mount, hill and it seen very green. It as precious as gold.

On the third, an hot region. Where palm and grape grow along with hot temperature. Where the greed person tried to hide them money, while poor persons found it difficult to get eat. The strange things is kind person need to hide them hand if want to make charity to them poor persons. How to read them, it easy, They don’t ask. Especially force to ask. Since they are fully aware, and got a complete understanding about, about what exactly does that mean.

On the fourth, they love to trade. A new found of understanding how they will live and survive. They know nothing unless how to trade. If I has a lot, I sell them all. Why…since I put on a trade, an interest. The cheap one…no…no… the expensive one. I am a real parsimonious person.

On the fifth, they love to write. Each of writer will write on a very generous fashion way. Less is less, and they write it less, and so it too if it exceed. A rigid role of understanding and let it be… you don’t cheat me since you are sign an understanding paper. If I am forget to do, mean I don’t meet you. Remember me…I am a real scrupulous person.

***

Lets pray gentlemen…

May Allah give us bless. Give us no burden unless it accordance to parity. Kindness according to wise, and curse according to despicable. Don’t blame us lord, when we are forget or we are lost, don’t you pick up an heavy burden which we are unable to carry that out. Forgive us, give us mercy, and bless us. You are our savior.

Salamun alaikum

May be bless upon all of us.

7 Masa dan 7 Ayat Surat Al-Fatihah

"Jadi, mari kita tutup bersama-sama dengan membaca surat Al - Fatihah…” *** Sering dalam pertemuan atau majelis, pembaca pasti sudah ...